Desa Perangat Selatan Kembangkan Embung Jadi Destinasi Wisata dan Edukasi

img

Kades Perangat Selatan, Kec. Marangkayu, Sarkono/pic:tanty

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengembangkan kawasan Embung Desa sebagai salah satu potensi unggulan desa.

 

Kepala Desa Perangat Selatan, Sarkono, menyampaikan bahwa pembangunan embung ini telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut tanpa melibatkan dana pemerintah maupun APBD.

 

Ia menyebutkan seluruh pembiayaan murni berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dua perusahaan besar, yakni PT Mahakam Sumberjaya (PT MSJ) dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

 

“Sejauh ini, kami mengandalkan dukungan CSR. PT MSJ mendukung penataan kawasan embung, sementara PT Pertamina Hulu Sanga Sanga telah membangun empat unit ruko yang kelak akan digunakan untuk menunjang kegiatan UMKM di desa kami,” ujar Sarkono saat diwawancarai Rabu (28/05/2025).

 

Lanjut Sarkono, untuk rencana jangka panjang dari pembangunan embung tersebut adalah menjadikan kawasan embung sebagai destinasi wisata lokal sekaligus taman edukasi.

 

“Sejumlah fasilitas sudah tersedia, seperti empat unit toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan, serta gazebo sebagai tempat bersantai bagi pengunjung,” katanya.

 

Pada tahun ini, Sarkono mengatakan pengembangan akan dilanjutkan dengan pembangunan gedung perpustakaan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara.

 

“Perpustakaan tersebut akan dilengkapi koleksi buku dan sarana pendukung lainnya untuk menunjang fungsi edukatif kawasan,” ungkapnya

 

“Embung Desa ini kami harapkan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga sebagai taman edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar. Apalagi di desa kami sudah ada sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, baik negeri maupun swasta,” tambah Sarkono.

 

Sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan pariwisata, Kades Perangat Selatan ini mengaku pemerintah desa telah melayangkan surat kepada Dinas Pariwisata untuk meminta pendampingan, khususnya dalam penyusunan perencanaan serta penyusunan blueprint kawasan wisata.

 

“Ke depan, Desa Perangat Selatan juga merencanakan pembangunan pendopo serta pengembangan Kampung Adat sebagai wadah pelestarian budaya masyarakat multi etnis yang ada di desa kami,” terangnya.

 

Sarkono menambahkan mengingat warga desanya terdiri dari berbagai latar belakang suku seperti Jawa (Tengah, Timur, Barat, Madura), Sulawesi, NTB (Lombok), Dayak, Banjar, dan Kutai, hal ini menjadi dorongan pihaknya untuk mengembangkan kampung adat tersebut.

 

“Dengan keberagaman tersebut, kami ingin menghadirkan Kampung Adat yang dapat menjadi ruang kreasi, inovasi, serta ekspresi budaya berbagai komunitas yang ada,” tandasnya.

 

Meski demikian Sarkono mengaku diwilayahnya belum terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Perangat Selatan.

 

Karena itu pihaknya sangat berharap ada pendampingan dari Dinas Pariwisata agar Pokdarwis dapat segera dibentuk, dan diberdayakan secara optimal. Tentunya dengan harapan guna memperkuat ekosistem wisata.

 

Lebih lanjut, dirinya mengatakan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga direncanakan dalam pengelolaan wisata embung. Salah satu rencana konkret yang akan dijalankan adalah pengadaan sepeda air sebagai sarana rekreasi di kawasan embung.

 

“Luas embung cukup besar dan memungkinkan pengelolaan sepeda air oleh BUMDes sebagai daya tarik tambahan. Ke depan, kami ingin memperkuat kerja sama antara pemerintah desa dan BUMDes dalam mengelola kawasan ini,” tutur Sarkono.

 

Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, Embung Desa Perangat Selatan Sarkono optimis akan hadir wisata di Desa Perangat Selatan yang akan  menjadi ikon baru desa yang bermanfaat secara ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat setempat.

 

Sementara itu Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta memberikan respons positif atas inisiatif yang dilakukan Pemdes Perangat Selatan ini.

 

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen Pemerintah Desa Perangat Selatan dalam mengembangkan Embung Desa sebagai potensi wisata lokal. Pembangunan yang dilakukan secara bertahap dengan dukungan CSR menunjukkan semangat kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat,” kata Ridha

 

Ridha menyampaikan Dispar Kukar tentu siap memberikan pendampingan, baik dalam penyusunan perencanaan destinasi, penyusunan blueprint kawasan, maupun pembentukan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).

 

Ia menilai semua manajemen pengelolaan wisata tersebut penting agar pengembangan kawasan wisata dapat dilakukan secara profesional.

 

“Kami juga menyambut baik rencana pembangunan Kampung Adat sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal,” pungkasnya

Menurut Ridha dengan keberadaan Desa Perangat Selatan yang memiliki potensi budaya yang sangat kaya karena keberagaman etnis warganya. Hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan jika dikemas secara menarik dan autentik. (Adv/Tan)